21 Jun 2018

Kisah Penjual Pisang Sale, Dari Modal Nekat hingga Omset Rp 5 Juta 

news   mediaaceh.co   13 March 2018 - 16:30 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Berawal dari gemar makan pisang sale makanan tradisional khas Aceh, Ayu (31) warga kota Banda Aceh kini telah memiliki usaha pabrik pengolahan pisang sale dan toko penjualan makanan ole-ole Tradisi Aceh. Setiap hari Ayu mendapat omset penjualan pisang sale rata-rata Rp 3 hingga Rp5 juta. 

“Alhamdulillah sekarang usaha pisang sale olahan kami di Banda Aceh sudah maju, hasil penjulannya setiap hari rata-rata Rp 3 hingga Rp 5 juta,” kata Ayu (31) pemilik usaha pisang sale Tradisi Aceh. 

Ayu (31) mengaku awalnya memiliki ide untuk membuat pabrik pengolahan pisang sale karena suka membeli dan makan kuliner tradisional khas Aceh berbahan baku pisang awak yang hanya dijual di jalan lintas Bada Aceh – Medan pasar Lhok Nibong, Kabupaten Timur. 

“Karena pisang sale enak dan sehat makanya saya suka makan pisang sale, dulu setiap saya lewat ke Lhok Nibong, selalu beli, namun lama-lama saya terpikir untuk berusaha makanan tardisional khas Aceh yang manis dan legit itu,” katanya. 

Sebelumnya Ayu (31) yang berkarir sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di beberapa perusahaan ternama. Kemudian, ia memutuskan untuk merintis usaha pisang sale dengan modal sangat terbatas sejak Maret 2017. 

“Awal merintis usaha pisang sale ini kami tidak ada modal, modal nekat saja, awalnya setelah saya buat sendiri pisang sale saya pasarkan sendiri di terminal bus di Batoh Banda Aceh, kami sewa bangunan di terminal Rp 7 ribu satu hari,” katanya.

Setelah beberapa bulan usahanya berjalan, Ayu bersama suaminya Husni memutuskan untuk menyewa toko penjualan di kawasan Peunayong Banda Aceh dengan modal bantuan dari keluarga. Ia pindah karena bangunan yang sebelumnya disewa utuk usaha penjulan pisang sale yang berada di komplek terminal bus di Batoh Banda Aceh sudah digunakan oleh dinas perhubungan. 

“Beberapa bulan saya sempat jual sendiri pisang sale naik langsung ke dalam bus sebelum berangkat, kemudian karena tempat yang kami sewa sudah digunakan sehingga kami harus mencari sewa toko lain yang sampai saat ini alhamdulillah sudah majulah,”jelasnya. 

Dari usaha pengolahan dan penjualan pisang sale tradisional Aceh itu kini Ayu telah memiliki 14 orang tenaga kerja. Delapan orang diantaranya merupakan tenaga kerja di pabrik pengolahan yang berada di Alue Naga, Kecamatan Syiah Kula dan enam orang melayani pembeli di toko penjualan yang berada di Peunayong, Kota Banda Aceh. 

“Alhamdulillah sekarang sekarang kami sudah memiliki pabrik sendiri dan toko penjulan, dengan menampung 14 orang tenaga kerja,” jelasnya.[] Sumber: Kompas.com

TERKAIT