18 Jul 2018

BNK Aceh Timur Laksanakan P4GN Bagi 300 Tokoh Agama

news   mediaaceh.co   21 December 2017 - 18:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Timur, - Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih.

Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata- ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu- waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Badan Narkotika Kabupaten Aceh Timur. M. Amin, SH, MH ketika berlangsung acara Penyuluhan pencegahan Pemberantasan penyalahgunaa dan Peredaran Narkoba (P4GN) kepada 300 iman Gampong, Dusun dan para Teungku Dayah dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur.

"Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, selaku pendidik, pengajar, para tokoh agama dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Acara sosialisasi ini sendiri berlangsung selama 3 hari sejak Tanggal 19 sampai 21 Desember 2017 yang mengambil tempat di Aula Kantor Camat Peurlak Kota (19/12/17), Aula Gedung SKB Idi (20/12/17) dan Aula Kantor Camat Julok (21/12/17) dengan menghadirkan para narasumber dari unsur Kemenang, Drs. Akli Zikrullah, Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Iptu Hendra Gunawan dan KBO Sat Narkoba, Ipda Deni Albar, SH, Kasi Pidum Kajari Aceh Timur, T. Tarmizi, SH dan unsure Kesehatan dr. H. Fikry.

Menurut Ketua BNK Aceh Timur, Syahrul bin Syama’un yang juga merupakan Wakil Bupati Aceh Timur melalui Sekretaris BNK, M. Amin, SH, MH yang juga Kepala Kesbang Pol Aceh Timur mengatakan pemerintah daerah aceh timur sangat antusias terhadap upaya penangulanaggan dampak bahaya narkoba, dan terus menerus berusaha melakukan pencegahan dan pemberantasan bahaya narkoba di tengah-tengah masyarakat mengingat Aceh Timur saat ini sudah berada pada level darurat narkoba dan menjadi nomor satu dalam hal peredaran narkoba jenis sabu, begitu juga dalam hal penegakan hukum, Aceh Timur menjadi nomor satu dalam hal penanganan kasus narkoba. Menurut kasat Kasat Narkoba Polres Aceh Timur melalui KBO Sat Narkoba IPDA Deni Albar, SH. Sejauh ini di Kabupaten Aceh Timur hanya ada BNK, padahal kehadiran BNN sangat dibutuhkan mengingat Aceh Timur adalah pintu masuknya Narkoba saat ini untuk Sumatra dan Indonesia, bahkan dalam hal pengungkapan kasus Narkoba kita juga menjadi peringkat satu untuk Aceh dan itupun berkat kerjasama antara masyarakat dan pihak Kepolisian dam hal pengungkapan kasusu Narkoba.

Berbagai upaya sudah dlaksanakan oleh pemerintah Kabupaten aceh timur untuk dapat membentuk BNN dan mengantikan BNK yang skup kerjanya masih sangat terbatas dan tidak memiliki wewenang apapun dalam hal pemberantasan peredaran narkoba dan hanya sebatas penyuluhan bagi para pelajar, tokoh pemuda dan para tokoh agama.

Oleh karena itu, menurut M. Amin, bupati Aceh Timur, H. Hasballah bin H.M. Thaib telah melayangkan surat kepada BNN Pusat agar di Aceh Timur bisa berdiri Badan narkotika Nasional secepatnya mengingat status Aceh Timur adalah darurat Narkoba, bahkan Pemkab Aeh Timur sudah menyediakan lahan untuk didirikan Kantor BNN  di Aceh Timur.

"Jadi kita selama ini setiap tahunnya hanya bisa melaksanakan sosialisasi secara gencar terhadap masyarakat, akan tetapi belum bisa melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi. Oleh sebab itu harapnya masyarakat untuk bisa bekerjasama dalam hal pemberantasan Narkoba yang jelas-jelas mudharatnya sangat besar bagi seluruh masyarakat” pungkasnya.

TERKAIT