14 Dec 2017


Ingkar Sumpah, Kuasa Hukum Pemkab Abdya Somasi Teuku Muda Puteh

news   Syamsurizal   07 December 2017 - 17:30 WIB

MEDIAACEH.CO, Blangpidie - Tim kuasa hukum Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melayangkan somasi terhadap salah satu PNS berpangkat penata muda TK. 1 Golongan Ruang III/b bernama dr. Teuku Muda Puteh, M.Ked (An), Span.

Berdasarkan penjelasan tim kuasa hukum dalam konfrensi pers yang berlangsung di ruang pertemuan kantor bupati setempat, dapat disimpulkan bahwa duduk permasalahan terkait layangan somasi itu lantaran dr. Teuku Muda Puteh, M.Ked (An), Span mengingkari sumpahnya terhadap Pemkab Abdya atas rekomendasi izin melanjutkan pendidikan di luar daerah.

Perwakilan kuasa hukum Pemkab Abdya, Erisman, S.H, membenarkan bahwa somasi yang dilayangkan pihaknya itu lantaran salah satu PNS di jajaran Pemkab Abdya yang diberikan beasiswa dan rekomendasi izin melanjutkan pendidikan tidak menepati janji terhadap pemerintah kabupaten setempat untuk berbakti sekurang-kurangnya 5 tahun usai menyelesaikan pendidikan.

"Kita lakukan somasi terlebih dahulu. Somasi ini terkait saudara dr. Teuku Muda Puteh, M.Ked (An), Span tidak menepati sumpahnya untuk mengabdi di Abdya sekurang-kuranya 5 tahun setelah selesai pendidikan," kata Erisman, dalam konferensi pers, Kamis 7 Desember 2017.

Erisman menyebutkan, sebelum melayangkan somasi terhadap Teuku Muda Puteh pihaknya telah terlebih dahulu  menginput data melalui berbagai keterangan dari dinas terkait.

“ Sebelumnya kami telah melakukan pertemuan dengan pihak dinas terkait hingga menyimpulkan untuk mengambil langkah ini (melayangkan somasi) terlebih dahulu," sebutnya.

"Ini tindakan persuasif terlebih dahulu. Saudara Teuku Muda Puteh telah melakukan pelanggaran disiplin. Sikapnya itu juga telah melanggar kode etik kedokteran Indonesia pasal 1," timpalnya.

Erisman mengatakan, adapun alasan Pemkab Abdya mengambil langkah somasi terlebih dahulu terhadap permasalahan tersebut  lebih kepada

pertimbangan akan kebutuhan peningkatan kesehatan masyarakat Abdya terkait tenaga medis di rumah sakit. Selain itu juga besarnya anggaran yang sudah dikeluarkan.

 "Kita menginginkan bakti beliau kepada masyarakat Abdya. Janji ini yang kita tagih. Daerah memberikan rekomendasi bukan serta merta saja," ujar Erisman.

Dikatakannya, apabila setelah menerima somasi itu yang bersangkutan tidak juga menangapi. Maka pihaknya akan mengambil langkah lain dan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum.

"Kita lebih fokus menagih janjinya. Jika somasi ini tidak juga mendapat respon maka akan kita ambil langkah lain hingga tidak menutup kemungkinan langkah hukum kita ambil," pungkasnya.

 Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Abdya Drh. Cut Nurhasanah dalam konfrensi pers itu mengaku pihaknya telah melakukan langkah persuasif dengan Teuku Muda, namun tidak diindahkan, terlebih sampai sekarang yang bersangkutan belum pernah masuk kantor.

"Beliau sudah selesai tugas belajar, dari kabar yang kami terima yang bersangkutan malah bekerja di pemerintahan lain," kata Cut Nurhasanah.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan tentu sangat merugikan intansi kesehatan masyarakat Abdya. Namun demikian, lantaran menimbang hal itu maka Pemkab Abdya mengambil langkah-langkah pendekatan terlebih dahulu.

"Semua harus kita bicarakan, kita lakukan pendekatan terlebih dahulu. Dan untuk menyelesaikan masalah ini tentu banyak pertimbangan, terlebih Pemkab lebih mempertimbangkan masyarakat Abdya yang dirugikan akan rekomendasi itu," sebutnya.

Pantauan mediaaceh.co, dalam konferensi pers itu turut hadir sejumlah kuasa hukum Pemkab, kepada BPSDM beserta anggotanya, Kabag hukum Pemkab dan dari berbagai unsur lainya.

 

TERKAIT