14 Dec 2017


Pemkab Aceh Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

news   mediaaceh.co   07 December 2017 - 17:00 WIB

<!--StartFragment-->

MEDIAACEH.CO, Idi – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di sejumlah kecamatan dalam wilayah itu. Bantuan disalurkan ke masyarakat melalui pihak kecamatan dan seterusnya diambil aparatur desa untuk dibawa ke titik pengungsian.

Dalam menangani banjir, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) dan Bagian Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Masyarakat (Isra) Setdakab Aceh Timur.

“Bantuan sudah disalurkan ke seluruh titik pengungsian di sejumlah kecamatan. Hingga saat ini berat yang kita salurkan sudah mencapai 11 ton,” kata Sekda Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP, melalui Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, S.STP, M.AP, Kamis 7 Desember 2017.

Selain menyalurkan bantuan beras, pihaknya bersama Dinas PUPR juga terus membersihkan timbunan tanah longsor yang menutupi 15 meter badan jalan lintasan utama Peureulak – Lokop di Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi, sejak Rabu 6 Desember 2017. Sementara longsor terjadi, Selasa 5 Desember 2017, sekira pukul 14:00. Meskipun tidak ada korban jiwa, tapi akses kedua arah terputus.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, M. Yasin, melalui Kabid Bantuan Sosial, Agus, secara terpisah menyebutkan, bantuan yang disalurkan pihaknya antara lain 600 kotak mi instan, 100 kotak kecap, 100 kotak saus, 100 kotak dan 100 kotak biscuit dan 100 kotak air mineral.

“Seluruh bantuan ini sudah kita salurkan ke titik pengungsian,” kata Agus.

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi ke pengungsian di Kecamatan Pante Bidari, Simpang Ulim, Julok, Birem Bayeun, Ranto Peureulak dan beberapa titik lain yang terkena dampak banjir musim ini di Kab. Aceh Timur. “Bantuan yang kita salurkan sesuai dengan laporan dampak banjir yang dikirim pihak kecamatan ke BPBD Aceh Timur sebagai Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops),” tutup Agus.

<!--EndFragment-->

TERKAIT