14 Dec 2017

Tugu Titik Nol Kilometer wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di Desa Iboih Ujong Ba'u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, 9 April 2016. Saat ini tugu tersebut masih dalam pemugaran. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Bersamaan Sail Sabang akan Digelar Aceh Travel Mart

news   mediaaceh.co   24 November 2017 - 19:20 WIB

MEDIAACEH.CO, Kutacane - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) menggelar Aceh Travel Mart guna mendukung perhelatan akbar Sail Sabang 2017 di Kota Sabang, Aceh, 28 November hingga 5 Desember 2017.

"Kami mengundang para pengusaha travel domestik dan sejumlah negara di Asia Tenggara," ujar Ketua ASPPI Aceh, Dedi T Zaimy melalui telepon di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis, 23/11. Kegiatan Aceh Travel Mart dilaksanakan di dua kota, yakni Banda Aceh dan Sabang, pada 3-6 Desember.

Hingga kini setidaknya terdapat 125 buyer  dari dalam dan luar negeri yang sudah mendaftar mengikuti event yang mejual pariwisata bahari di Aceh ini. Selama empat hari kegiatan itu, buyer akan dipertemukan dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah baik gubernur maupun wali kota.

"Kami ingin tunjukkan kepada para buyer bahwa di Banda Aceh atau di Sabang itu, kini aman untuk dikunjungi. Dan banyak potensi wisata, terutama bahari di Sabang," kata Dedi.

Badan Pusat Statistik Aceh mencatat, wisatawan mancanegara yang mengunjungi Aceh menurun pada periode Januari-September dibanding tahun sebelumnya. Angkanya mencapai 27,35 persen

Jumlah turis asing yang masuk ke Aceh sampai triwulan tiga tercatat 23.082 orang, sedangkan di tahun 2016 sebanyak 31.773 orang. Mereka berasal dari 10 negara. "Kita berharap Aceh Travel Mart' ini bisa menjadi ajang wisata yang menjual berbagai produk pariwisata di Aceh," jelas Dedi.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pekan lalu memastikan, semua pihak sudah siap untuk menyelenggarakan Sail Sabang 2017. Dia Irwandi mengatakan Sail Sabang menjadi kebanggan tersendiri bagi pemerintah dan rakyat Aceh.

Dia berharap Sail Sabang tak hanya menjadi sarana mempromosikan wisata, tetapi juga mampu mendorong percepatan pembangunan di Aceh.[] Sumber: Tempo.co

TERKAIT