14 Dec 2017

Pembuatan kancing baju dari batok kelapa.

Narapidana Rutan Lhoksukon Dilatih Buat Kancing Baju dari Batok Kelapa

news   mediaaceh.co   21 November 2017 - 09:30 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara - Rutan cabang Lhoksukon, Aceh Utara memberi pelatihan kepada narapidana berupa kerajinan tangan pembuatan kancing baju dari batok kelapa. Kegiatan itu sudah berlangsung dua pekan dan disambut antusias narapidana.

Kepala Rutan cabang Lhoksukon, Yusnal kepada mediaaceh.co di lokasi, Senin (20/11/2017) menyebutkan, kegiatan kerajinan tangan tersebut terlaksana dengan bantuan dari Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata. Usaha pembuatan kancing itu dilakukan di depan rumah dinas Kepala Rutan Lhoksukon.

"Saya sangat berterima kasih kepada Kapolres yang sudah bersedia memberi pembinaan terhadap warga binaan kami. Saya juga sangat berterima kasih atas kepedulian Kapolres terhadap Rutan Lhoksukon," ujar Yusnal.

Ia menambahkan, "Ada lima narapidana yang kita latih, mereka itu napi yang akan bebas," ungkap Yusnal.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji di lokasi yang sama mengatakan, dirinya merasa tersinggung dan jengkel saat melihat batok kelapa hanya dijadikan untuk membakar ikan, padahal dengan keahlian, batok kelapa bisa menghasilkan.

"Ini bukan tentang dapat ide kreatif dari mana. Kita lagi berjalan di negeri yang kaya. Saya tidak suka alam kita kaya, sementara masyarakat kita miskin. Kita lihat di alam sekitar ada batok kelapa yang sering disia-siakan dan hanya digunakan untuk bakar ikan. Makanya saya ambil produk sample yang pernah dikerjakan di pulau Jawa, ketika saya mendidik anak-anak pedagang asongan, tuna rungu, mantan napi, serta napi," jelas Untung Sangaji.

Salah satu tujuan mendidik napi, kata Untung Sangaji, agar saat keluar nanti bisa punya uang untuk keluarganya. Dengan adanya usaha yang menghasilkan, maka napi akan menghilangkan sifat negatif dan akan berkarya, sehingga dia siap jadi orang terbaik saat bebas.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat, jika ada batok kelapa jangan semuanya dibakar untuk ikan, tapi disetor ke kita yang bagus, nanti akan kita hargai dengan sedikit uang. Ini bukan hanya untuk kancing, tapi juga bisa untuk pot anggrek dan lainnya," terang Kapolres.

Saat ini ia dan pihak Rutan Lhoksukon baru dalam tahapan melatih, belum memasarkan. Nantinya setelah hasil yang diperoleh sudah bagus, barulah akan dipasarkan. 

"Jika dikerjakan dengan tekun, dalam satu bulan ada berapa ribu kancing yang dihasilkan. Itu bisa memback-up perusahaan garmen. Ini saja saya sudah ditelfon beberapa pengusaha garmen teman saya, hanya saja saya katakan ini belum siap, masih dilatih," pungkas AKBP Untung Sangaji.

ZULKIFLI ANWAR - ACEH UTARA

TERKAIT