21 Nov 2017
10 paus sperma terdampar di Aceh(WWF-Indonesia)

Muntahan Paus di Bengkulu Diperkirakan Berhubungan dengan 10 Paus Sperma di Aceh

news   mediaaceh.co   15 November 2017 - 14:00 WIB

Bengkulu - Dosen kelautan Universitas Bengkulu, Zamdial menilai, temuan muntahan paus (abergris) di Pulau Enggano, Samudera Hindia, Provinsi Bengkulu oleh nelayan berhubungan dengan terdamparnya 10 paus jenis sperma di Aceh.

"Samudera Hindia, perairan Bengkulu merupakan jalur perjalanan paus. Jadi temuan 10 paus di Aceh diperkirakan berhubungan dengan temuan muntahannya di Bengkulu," ujar Zamdial, Selasa (14/11/2017).

Ia menjelaskan, ambergis jika baru dikeluarkan paus berbau busuk berwarna kehitaman. Namun seiring waktu bau busuk tersebut menghilang menjadi wangi.

"Jadi mudah saja mau mengenali apakah yang ditemukan nelayan Kabupaten Kaur itu adalah ambergis yakni dengan mengenali bau wangi. Itu langkah awal. Namun untuk memastikannya dapat dilakukan penelitian lebih dalam," jelas dia.

(Baca juga : Nelayan Bengkulu Diduga Temukan 200 Kg Muntahan Paus)

Ia melanjutkan, muntahan paus bukan keluar dari mulut paus namun melalui anus. Ambergis biasanya dipakai untuk zat pengawet parfum dengan harga mahal.

Dosen Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Dewi Purnama memperkirakan, ambergis yang ditemukan nelayan merupakan muntahan paus.

“Sampelnya pernah dibawa ke Univeritas Bengkulu. Dari bau, bentuk, dan sifat mudah terbakar, hipotesis sementara diindikasikan itu ambergis Paus,” kata Dewi.

Namun, sambung Dewi, harus dilakukan penelitian lebih jauh untuk memastikan secara valid.

Sebelumnya, seorang nelayan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Sukadi, menemukan 200 kilogram benda mengapung di tengah Samudra Hindia yang diduga muntahan (ambergris) paus, 2 November 2017.

"Awalnya, saya sedang melaut bersama empat rekan. Tepatnya antara Pulau Dua dan Pulau Enggano saya melihat muntahan itu berserak di tengah laut," kata Sukadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/11/2017). | sumber: kompas.com

TERKAIT