21 Nov 2017

Belajar Setia dari Paus Sperma di Durung

news   mediaaceh.co   15 November 2017 - 13:00 WIB

PERAIRAN Durung tampak ramai Senin siang lalu. Ratusan warga memadati pantai. Daerai ini terletak di pemukiman Lamnga, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Pantai yang biasanya sepi dari aktivitas mendadak ramai. Tukang parkir dadakan pun muncul di berbagai sudut pantai.

"Ada 10 ekor paus terdampar. Kini sedang dicoba giring kembali ke laut," ujar Marzuki, warga setempat, sambil menunjuk ke pantai. Di sana ada ratusan warga yang memadati lokasi.

Dua paus ukuran raksasa terkampar di sisi kiri. Badannya penuh luka. Beberapa warga berusaha membasahi badan ikan tersebut. Ada juga yang meletakan handuk basah di atas badannya.

Sementara enam ekor lainnya tampak mengipas ekor di sisi kanan. Sejumlah warga mencoba memasang tali ke badan mereka. Tali ini terhubung dengan boat patroli.

"Tarik...," terdengar seseorang yang berdiri dekat paus. Ia memberi aba-aba. Badan paus tadi bergeser sedikit demi sedikit hingga ke tengah laut dan kemudian talinya dilepas kembali.

Namun, selang beberapa menit, sang paus kembali mengarah ke laut. Beberapa pria tampak menggeleng-geleng kepala.

"Pakon dibalek lom keu kawanan jih," ujar seorang pria berpakaian dinas. Bajunya tampak basah terkena air laut.

Ya, paus tadi kembali dekat perairan. Ia menempel tubuhnya dekat beberapa paus lainnya yang sedang sekarang dibasahi badannya oleh warga.

Sejumlah pria kemudian kembali memasang tali di badan paus lainnya. Paus itu kemudian kembali ditarik dengan boat patroli hingga ke tengah laut. Namun seperti paus pertama tadi, paus ini pun kembali ke perairan dan berkumpul dengan kawanannya. Keadaan ini terus berlangsung hingga beberapa kali.

"Mungkin mereka tak mau meninggalkan kawannya yang terluka," ujar warga di pesisir. Warga takjub dengan sikap paus yang berulang kali kembali ke pesisir demi menemani temannya yang sakit.

"Luar biasa. Biet biet setia paus nyan," kata warga lainnya. 

Dikutip dari detik.com, jumlah paus yang mati setelah terdampar di pantai Aceh Besar sebanyak 4 ekor. Bangkai mamalia laut ini terletak di tiga lokasi dengan total 10 ekor.

"Jumlah yang mati ada 4 ekor. Sisanya insyaallah sudah kembali ke tengah laut," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (14/11/2017). 

Panglima laot (panglima laut) di Aceh merupakan suatu struktur adat di kalangan masyarakat nelayan yang bertugas memimpin persekutuan adat pengelola hukum adat laut. Menurut Miftach, bangkai mamalia laut itu saat ini masih berada di lokasi di Kecamatan Mesjid Raya.

Dua paus yang mati ditemukan tergeletak di pinggir pantai tempat terdampar kemarin. Satu ekor berada di belakang kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati. Sedangkan satu bangkai lagi diketahui berada sedikit ke laut dari posisi terdampar. 

Miftach menduga keempat ekor paus yang mati ini mengalami sakit. Setelah kawanannya mati, enam paus lain langsung kembali ke laut lepas. Paus jenis sperma, kata Miftach, bermigrasi ke seluruh dunia. 

"Sifat hewan laut tersebut bila sudah yang sakit sudah mati baru dia mau meninggalkannya," jelas Miftach. 

Sepuluh ekor paus terdampar di Pantai Aceh Besar pada Senin kemarin. Petugas gabungan berusaha menarik ikan ini ke tengah laut. Namun sebagian kembali ke kawanannya. Proses evakuasi berlangsung hingga subuh. []

TERKAIT