21 Nov 2017
Pang Asahan (memakai topi merah) dan Pang Sumatera (dua dari kiri). Foto Istimewa

GAM Sumatera: Pemerintah Aceh Jangan Seperti Boneka Pusat

news   mediaaceh.co   15 November 2017 - 11:20 WIB

MEDIAACEH.CO, Tamiang, - Dua mantan petinggi GAM Sumatera, Langkat dan Asahan, meminta agar pemerintah Aceh tidak menjadi boneka pusat. Dimana, Pemerintah Aceh dinilai tak berani menuntut realisasi kewenangan Aceh berdasarkan MoU Helsinki. Malah, tiga pulau milik Aceh kembali diklaim milik Sumatera Utara.

Hal ini diungkapkan Pang Asahan Muhammad bin Yahya atau akrab disapa Amat Leumbeng, serta mantan petinggi GAM Langkat, Budi Pang Sumatera, kepada mediaaceh.co, Rabu 15 November 2017.

"Pemerintah Aceh jangan seperti boneka pusat yang bisa diremot," ujar Pang Asahan.

"Batas wilayah Aceh sebelah timur saja, seperti yang disepakati dalam MoU Helsinki, tak kunjung ada kejelasan. Kini justru tiga pulau Aceh di barat selatan yang malah diklaim milik Sumatera Utara," kata Pang Asahan lagi.

Pang Asahan meminta eksekutif dan legislatif Aceh serius dalam menuntut kekhususan Aceh sebagaimana yang disepakati dalam MoU Helsinki. 

"Sudah 12 tahun berlalu, kami minta Pemerintah Aceh bersikap tegas. Jangan jadi boneka pusat. Dewan di DPR Aceh jangan tidur. Persoalan perbatasan adalah persoalan serius," katanya lagi.

Sementara itu, Budi Pang Sumatera menambahkan bahwa dicaploknya tiga pulau milik Aceh di barat selatan oleh Sumatera Utara merupakan bentuk pengingkaran terhadap kekhususan Aceh.

"Harusnya, Asahan, Deli dan Langkat yang kembali ke Aceh, sesuai MoU Helsinki. Bukan malah tiga pulau Aceh di barat selatan yang diklaim milik Sumatera Utara. Ini sangat menyedihkan," kata Budi Pang Sumatera.

"Kita berharap DPR Aceh dan eksekutif serius mengembalikan Aceh sesuai dengan peta 1 Juli 1956. Ini disepakati dalam MoU Helsinki. Namun kenapa tak kunjung direalisasi," katanya lagi.

Sebagaimana yang perlu diketahui, salah satu butir yang disepakati dalam MoU Helsinki adalah luas wilayah Aceh yang kembali ke peta 1 Juli 1956. Dimana, berdasarkan peta ini, Asahan, Deli dan Langkat kembali ke Aceh. Namun hingga 12 tahun damai Aceh, komitmen ini tak kunjung direalisasi. []  
 

TERKAIT