21 Nov 2017
Sabut kelapa diubah jadi lantai partisi/Foto: Eko Sudjarwo

Pelajar di Lamongan Ini Ubah Sabut Kelapa Jadi Lantai Partisi

news   mediaaceh.co   15 November 2017 - 11:00 WIB

Jakarta - Wingko Babat dikenal sebagai salah satu andalan oleh-oleh dari Lamongan. Wingko merupakan kue terbuat dari kelapa muda dan tepung. Banyaknya home industry wingko memakai kelapa, menyisakan sampah berupa sabut kelapa.

Banyaknya sabut kelapa yang terbuang percuma, membuat pelajar SMA Muhammadiyah 1 Babat ini menemukan ide segar. Sabut kelapa itu diubah menjadi lantai partisi dari serabut kelapa. 

Para pelajar tersebut yakni Dewi Satta Wardahhani bersama Siti Muchlis Qolbiyah. "Ide awalnya karena melihat kondisi Kota Babat yang dikenal dengan produksi home industry Wingko Babat. Banyaknya serabut kelapa berserakan lahirlah ide untuk membuat lantai partisi dari serabut kelapa," kata Dewi Satta Wardahhani bersama Siti Muchlis Qolbiyah kepada wartawan di sekolahnya Jalan Raya Babat, Rabu (15/11/2017). 

Dewi menuturkan dengan memanfaatkan sabut-sabut kelapa, juga mengurangi limbah. "Ini upaya untuk mengurangi limbah serabut kelapa khususnya di Kota Babat ini," terangnya.

Pemanfaatan sabut kelapa ini, terang Dewi, awalnya dengan merendam sabut kelapa selama 1 jam. Setelah itu, sabut yang sudah direndam dihaluskan dab kemudian dicampur dengan lem hingga merata dan berbentuk seperti bubur. Menurut Dewi, lantai yang pada umumnya terbuat dari kayu kini bisa memanfaatkan serabut kelapa untuk lantai partisi.

"Setelah itu dilakukan pencetakan dan proses penjemuran," ujar Dewi. 

Olahan kreatif yang diberi nama Coco Partition Floor (CPF) ini juga berhasil menjadi juara 2 dalam ajang Creanovation Award 2017 yang digelar perguruan tinggi di Jawa Tengah.

"Berkat inovasi ini, kami pernah menjadi juara 2 Innovation Award nasional di Semarang lomba LKTI," tambah Dewi. 

Sementara guru pembimbing SMAM 1 Babat, Emzita Taufik menjelaskan, CPF adalah karya murni inovasi siswanya. "Kami, pembina, hanya membimbing dalam materi keilmuan, pengepakan produk dan presentasi," ujarnya. 

Emzita Taufik menjelaskan, lantai partisi berbahan sabut kelapa ini telah diaplikasikan dalam skala kecil. Dia menambahkan, lantai partisi ini memiliki keunggulan kuat dan lentur dan mampu bertahan sekitar 6 - 8 bulan.

"Kita terapkan di lingkungan sekolah dulu supaya nanti kalau sudah hasil maksimal bisa kita limpahkan ke pihak luar, untuk kerjasama membuat lantai partisi secara skala besar," paparnya. | sumber: detik.com

TERKAIT