21 Nov 2017
Kebun warga di Desa Seumenah Jaya, Kecamatan Rantoe Peureulak, Aceh Timur dirusak gajah liar.

Konflik Gajah dan Manusia di Aceh Timur Masih Terus Terjadi

news   Musliadi   27 October 2017 - 15:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Timur- Hidup petani di pedalaman Aceh Timur, saat ini dalam keadaan dilema. Pasalnya, gangguan gajah liar yang terus merusak perkebunan petani hingga saat ini di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, tak kunjung ada penangan serius dari Pemerintah.

“Warga sudah sangat mengeluh terkait gangguan gajah. Tadi malam pun sawit warga dirusak gajah. Dampaknya untuk makan sehari-haripun kini warga kesulitan, karena semua tanaman dirusak gajah,” kata Ketua Tuha Peut Gampong Seumanah Jaya, Tgk Tarmizi kepada Media Aceh.co, Jumat 27 Oktober 2017.

Saat ini, ungkap Teungku Tarmizi, warga dalam keadaan dilema. Pasalnya, warga bingung menyikapi gangguan gajah ini yang kian hari terus meresahkan warga pedalaman  Aceh Timur 

“Warga sudah panik cara mengatasinya, mau pasang racun di kebun dikhawatirkan gajah mati dan beresiko berurusan dengan hukum. Tapi menunggu tindakan pemerintah pun tak kunjung ada realisasinya,” kata Tarmizi.

Hal yang membuat warga lebih bingung lagi, jelas Tarmizi, saat gajah mati bukan hanya Pemerintah dan intansi terkait yang turun ke lapangan. Bahkan Warga Negara Asing (WNA) pun turun langsung ke lokasi tewasnya satwa dilindungi itu. 

“Sedangkan warga mau mati tak seorangpun perwakilan pemerintah turun meninjau keadaan petani. Padahal keadaan petani saat ini nyaris kelaparan,” Katanya lagi. 

Dirinya berharap Pemerintah Aceh khususnya Dinas Kehutanan Provinsi Aceh melalui Diler CRU Bunin agar segera mengambil tindakan nyata agar konflik gajah dengan manusia yang sudah berlangsung puluhan  tahun itu dapat teratasi. []

TERKAIT