21 Nov 2017
Budi Pang Sumatera (dua dari kiri) sedang menunjukan peta Aceh. Foto istimewa

GAM Langkat Minta Tapal Batas Aceh Sesuai Peta 1 Juli 1956

news   mediaaceh.co   22 October 2017 - 12:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh, - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Langkat, Budi Pang Sumatera, meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera menyelesaikan persoalan tapal batas Aceh sesuai dengan perjanjian MoU Helsinki. Dimana, jika merujuk pada perjanjian di Helsinki, tapal batas Aceh dan Sumatera Utara, kembali ke peta 1 Juli 1956.

"Ini harus diperjelas. Sudah hampir 12 tahun perdamaian, tapi persoalan ini tak kunjung diselesaikan. DPR Aceh dan Pemerintah Aceh, harusnya lebih aktif dalam mengadvokasikan hal ini," ujar Budi Pang Sumatera, yang juga mantan Wakil Panglima GAM Langkat, saat Aceh masih berkonflik ini.

Menurut Budi, salah satu alasan para pemuda Langkat ikut terlibat konflik dan bergabung dengan GAM adalah ingin melihat Langkat dalam wilayah Aceh sesuai peta 1 Juli 1956.

"Banyak anggota kami yang syahid saat konflik. Namun saat damai, kami di Langkat merasa ditinggalkan. Merasa dilupakan. Ini yang membuat kami sangat kecewa," ujar pria yang bernama asli Budi Satria ini. 

"Saat berbicara GAM, Langkat masuk di dalamnya. Kenapa saat damai seperti sekarang, Langkat dilupakan. Kami meminta persoalan tapal batas Aceh harus sesuai dengan MoU Helsinki dan merujuk pada Peta 1 Juli 1956," kata Budi Pang Sumatera. 

Sebagaimana yang perlu diketahui, luas Aceh yang disepakati berdasarkan peta 1 Juli 1956 ini tertuang dalam poin 1.1.4 di MoU Helsinki. Dimana, jika ini direalisasi, maka Karo, Deli dan Langkat harus dikembalikan dalam wilayah Aceh.[]

TERKAIT