21 Nov 2017

Irwan Djohan Surati Kementerian PU Minta Proyek IPAL Dihentikan 

news   mediaaceh.co   22 October 2017 - 11:40 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh, - Wakil Ketua DPR Aceh, Irwan Djohan, menyurati Menteri PU dan Perumahan Rakyat RI di Jakarta, untuk meminta proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Desa (Gampong) Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, dihentikan.

Surat ini dikirim pada 17 Otober 2017 lalu. Adapun alasannya, proyek pembangunan IPAL di Gampong Pande, yang dibiayai APBN sejak tahun 2015 merupakan kawasan tapak Kesultanan Aceh Darussalam pada abad ke 15 hingga 17 Masehi yang kini masih menyisakan banyak peninggalan bersejarah. 

"Sedikitnya telah ditemukan sembilan batu nisan kuno saat pengerukan lahan proyek IPAL oleh pihak kontraktor pelaksana PT Nindya Karya yang berdasarkan corak dan bentuknya para arkeolog menyimpulkan bahwa nisan-nisan tesebut adalah milik makam ulama dan keluarga raja Kesultanan Aceh Darussalam," tulis Irwan Djohan dalam surat tersebut.

Adapun alasan lain, tulis Irwan, pada tahun 2013 lalu di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh tersebut juga pernah ditemukan sejumlah koin emas kuno, bahan logam, guci, piring, mangkok yang terbuat dari keramik dan pedang VOC.

"Dalam perkembangan terakhir, pembangunan proyek IPAL di lokasi yang kaya nilai sejarah tersebut telah menimbulkan penolakan dari mayoritas warga Kota Banda Aceh serta mayoritas tokoh masyarakat Aceh dari berbagai kalangan seperti sejarawan, budayawan, dan ulama," tulisnya.

Sehingga, kata Irwan, daerah ini termasuk lokasi cagar budaya yang harus diselamatkan dan dilindungi sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Irwan meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menghentikan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh tersebut, dan selanjutnya untuk dapat dipindahkan ke lokasi yang lain.
 

TERKAIT