Hadiri Kampanye Akbar PA di Aceh Utara, Ini Pesan Haji Uma

news   Teuku Zikra   12 January 2017 - 13:30 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman mengajak kepada seluruh kader dan simpatisan Partai Aceh untuk terus bersinergi memenangkan Mualem-TA Khalid sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dan Muhammad Thaib (Cek Mad) dan Fauzi Yusuf (Sidom Peng).

Hal ini ini disampaikan pria yang akrab disapa Haji Uma pada kampanye akbar Partai Aceh di Landeng, Aceh Utara, Rabu 11 Januari 2016.

“Mari geutanyoe ban mandum deungon nawaitu gleh dan ikhlas saban-saban tajak peumenang kandidat yang diusung Partai Aceh. Untuk Aceh Utara nakeuh numboi sa, yaitu Cek Mad-Sidom Peng. Sedangkan untuk ban sigom Aceh bek tuwoe numboi limong, yaitu Mualem-TA Khalid. Bek sagai tuwoe nyan bak uroe H beuh (mari kita semua dengan nawaitu bersih dan ikhlas bersama-sama memenangkan kandidat yang diusung Partai Aceh). Untuk Aceh Utara ada nomor satu, yaitu Cek Mad-Sidom Peng, sedangkan untuk seluruh Aceh jangan lupa nomor lima, yaitu Mualem-TA Khalid. Jangan sampai lupa pada hari H ya),” ujar Haji Uma yang disambut tepuk tangan dan yel-yel kemenangan dari massa.

Menurutnya, hanya Partai Aceh-lah yang masih mempertahankan ideologi ke-Acehannya dalam memperjuangkan segala bentuk kewenangan masyarakat Aceh. Dalam sambutannya, Haji Uma menceritakan jika tokoh-tokoh nasional di Pemerintah Pusat sangat memperhitungkan keberadaan Partai Aceh. Pasalnya, kata Haji Uma lagi, Partai Aceh ini memiliki nilai historis dimana lahir dari atas perjuangan Syuhada-syuhada  saat konflik berkecamuk di Aceh.

“Beuna neuteupeu wahee syedara, awak Pemerintah pusat nyan that teumakot dan disegan keu Partai Aceh. Sebab Partai Aceh nyoe kon lahee bak ateuh sion kertas, tapi melalui fase konflik. Jadi Partai Aceh nyoe lahee ateuh darah syuhada-syuhada Aceh (Perlu diketahui wahai saudaraku, pihak pemerintah pusat itu sangat takut dan segan kepada Partai Aceh. Sebab Partai Aceh ini tidak lahir di atas selembar kertas, tapi melalui fase konflik. Jadi Partai Aceh ini lahir di atas darah syuhada-syuhada Aceh),” ujar Haji Uma.

Sementara itu, Haji Uma dalam orasi politiknya juga mengajak kepada seluruh pihak yang sudah berhaluan ideologi agar kembali ke barisan Partai Aceh. Menurutnya, jangan hanya dikarenakan sedikit berbeda pendapat ataupun hasrat pribadi tidak tercapai lantas buang badan dan meninggalkan Partai Aceh.

“Jinoe ban mandum syedara lon yang mantong di luwa barisan Partai Aceh. Woe bak soet jak peumeunang dan jak kawai panglima. Karna dari jameun kon Aceh nyoe jaya di bawah pimpinan sidroe panglima. Bek bacut hana trok neuheud pribadi, ka geujak plueng dari Partai Aceh (Sekarang mari semua saudaraku yang masih berada di luar barisan Partai Aceh. Kembali ka tempat asal untuk memenangkan dan mengawal panglima. Karena dari masa dulu Aceh ini jaya di bawah pimpinan seorang panglima. Jangan hanya karena hasrat pribadi tidak tercapai, sudah lari dari Partai Aceh),” ujar Haji Uma lagi.

TERKAIT